Pengaruh Kualitas Sedimen Dasar Terhadap Karakteristik Lingkungan Keairan, Studi Kasus: Saluran Tarum Barat

Moelyadi Moelyo, Januar Tisa, Bambang Priadie
*

Sari


Erosi dan sedimentasi merupakan masalah klasik dalam upaya pengelolaan sumber daya air. Namun masalah ini akan semakin serius apabila dikaitkan dengan pencemaran lingkungan sumber daya air, sehubungan dengan semakin meningkatnya aktifitas dan produktifitas manusia pada daerah aliran sungainya termasuk pada saluran-saluran irigasinya yang diantaranya Saluran Tarum Barat. Terkait dengan dampak lingkungan keairan, untuk mendapatkan data dan informasi kualitas sedimen dasar karena adanya kecenderungan akumulasi bahan pencemar seperti logam berat pada sedimen dasar saluran Tarum Barat, maka dilakukan kajian karakteristik sedimen dasar sepanjang saluran Tarum Barat pada lokasi BTB1 - BTB 46a. Sehubungan dengan dampak pencemaran tersebut, keberadaan bahan pencemar dalam sedimen dasar saluran Tarum Barat menjadi studi kasus, bahwa bahan pencemar dapat terstruktur secara alamiah dalam sedimen dasar saluran dan terdistribusi dari hulu ke hilir. Metoda yang dilakukan dalam penelitian ini, adalah melakukan pengambilan contoh, perlakukan sebelum analisis, analisis parameter bahan pencamar dan penilaian yang menggunakan kriteria pada Japan Environmental Quality Standard for Soil Pollution (1994). Dari hasil penelitian dapat diketahui pengaruh kualitas sedimen dasar terhadap sumber daya air sangat signifikan, hal ini tampak distribusi bahan pencemar pada sedimen dasar (lumpur) dalam saluran Tarum Barat diketahui sangat bervariasi baik jenis, jumlah dan lokasinya.


Kata Kunci


sedimen dasar; pencemar; logam berat; dampak lingkungan; kualitas sedimen

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badruddin M. & Moelyadi M, 2000, Kualitas Air Sungai Alamiah Sebagai Standar Kualitas Sumber Air. Bulletin PUSAIR No.34/IX/April2000, Bandung.

Baillod,CR et al, 1990, Critical Evaluation of the State of Technologies for Predicting the Transport and Fate of Toxic Compounds in Wastewater Facilities. WPCF Research Foundation Project 90-1. Clemson Inversity, South Carolina, USA.

Balai Lingkungan Keairan, 2000-2001, Laporan Kemajuan Penyelidikan Pencemaran Sedimen. Interim Report I - VI. Puslitbang Sumber Daya Air, Bandung.

Christian, Gary, 1994, Analytical Chemistry. John Willey & Sons, Toronto, Canada

Damanhuri, Enri, 2003, Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun Industri. Presentasi Paper. Departemen TL-ITB. Bandung.

Forstner & Prost, 1979, Heavy Metals Pollution in Freshwater Ecosystem. Proceeding in Biological Aspect of Freshwater Pollution. William Clower, London, UK.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. 2001. Himpunan Peraturan, Pengendalian Dampak Lingkungan. Jakarta.

Kementerian Negara Lingkungan Hidup. 2001. Neraca Kualitas Lingkungan Hidup Daerah. Buku Analisis Lingkungan Hidup, Jakarta.

Manning,WJ, et. al. 1988. Environmental Pollution. Elsevier Applied Science, volume 49/1/1988, Great Yarmouth, UK.

Ministry of the Environment, Government of Japan. 1994. Environmental Quality Standard for Soil Pollution. http://www.env.go.jp/en/ water/soil/sp.html, diakses tanggal 8 Februari 2012.

Moelyo, Moelyadi. 2003. Teknik Sampling Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Materi Ajar pada Pelatihan Teknik Sampling, Analisis Tanah Serta Limbah B3. BPLHD Propinsi Jawa Barat - Pusat Penelitian Kimia LIPI, Bandung.

Nana Terangna & Moelyadi M. 2001. Aspek Pencemaran Sedimen Dalam Pengelolaan Sumberdaya Air dan Lingkungan Keairan. Presentasi Paper Pada Hari Air Sedunia 2001. Departemen Kimpraswil, Jakarta.

Nolting, RF et.al. 1989. The Investigation on Metals, Phosphate and Silicate. NIOZ Rapport 1989-4. Nederland Instituut voor Onderzoek der Zee, Netherlands.

North Java Flood Control Sector Project. 2001. Water Quality Monitoring. Research Institute for Water Resources Development, Bandung.

Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2001. Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Pusat Litbang Sumber Daya Air. 2004. Pengelolaan Waduk dan Danau dari Aspek Kualitas Lingkungan. Badan Litbang Depertemen PU, Bandung.

Setiana. 1996. Pengendalian Pencemaran Air di DPS. Prosiding Pengelolaan DPS Terpadu. BPPT, Jakarta.

Sosrodarsono, S & Takeda, K. 1987. Hidrologi untuk Pengairan. Pradnya Paramita, Jakarta.


Statistik Tampilan

Sari : 836 kali
PDF : 4700 kali


DOI: http://dx.doi.org/10.31028/ji.v7.i1.59-73

Hak Cipta (c) 2012 Jurnal Irigasi



Jurnal Irigasi terindeks oleh:

 

Creative Commons License

Jurnal ini di bawah lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License. Hak Cipta Jurnal Irigasi, didukung oleh OJS.